Tips Putus Pacaran Secara Elegan dan Beretika

Biarpun punya teman banyak, kalau kita putus dengan pacar dan tidak bisa berteman lagi, rasanya nggak enak juga. Masa sih sudah sempat begitu dekat, berteman saja sulit, malah sempat nggak bisa ngobrol lagi. Putus pacaran nggak berarti musuhan kan? Berikut ini tiptipseru.com akan berbagi tips putus pacaran secara elegan dan beretika:

Jujur Saja. Dulu waktu jadian, kita jujur menyampaikan perasaan kita ke dia. Selama pacaran pun, kita sama-sama membuka diri untuk menghabisakan waktu barengan. Selama itu juga, kita jujur berbagi cerita, apa saja yang membuat ita senang dana pa yang tidak menyenangkan. Pertahankan terus kejujuran ini. Kita pasti bisa merasakan kalua hubungan ini sudah mulai nggak enak. Bicarakan sesegera mungkin dengan si dia, jangan menyimpan masalah ini diam-diam. Kita juga gak mau pacar kita nggak bilang apa-apa kalua ada sesuatu yang salah kan? Kalau bisa, saling bicara jujur, kita juga akan sama-sama siap menerima hal yang paling buruk dari masing-masing pihak. Kita juga sama-sama tidak terkejut kalua hubungan ini memang harus segera diakhiri. Kalau sudah bisa jujur begini, tidak perlu ada yang sakit hati, kan? Artinya, biarpun sudah sudah tidak lagi pacaran, kita tetap bisa berhubungan baik sebagai teman dan mantan.

“Setelah saya putusin, dia nggak bilang apa-apa. Tapi dia terus nggak mau makan dan akhirnya sampai masuk rumah sakit. Mestinya sih, kedua belah pihak setuju untuk putus, bukan satu pihak saja yang pingin” (Dhini, 22)

Empat Mata. Sekarang ini media SMS/BBM/WA atau email memang bikin komunikas menjadi lebih gampang. Kalau sekedar ngabarin kita kangen atau cerita-cerita lucu sih, selain melalui telepon sih, lewat media-media di atas tadi juga seru. Tapi kalua mau mutusin, nggak ada yang lebih benar daripada bertemu 4 mata dan ngomong langsung. Untuk menyampaikan putusan itu bisa dipilih tempat yang netral. Sebaiknya sih, jangan pilih tempat yang banyak memorinya. Kemudian sampaikan niat kita langsung, nggak perlu muter-muter. Putus itu saja sudah bikin perih, kalua kita ngomong berlama-lama, nggak menolong mengurangi kesedihan juga kok. Jad, mendingan straight to the point saja dan berikan alasan yang jelas.

“Yang penting harus ketemu langsung. Kalau lewat telepon atau sms – apalagi cowok yang mutusin – itu pengecut banget!”(Gemma, 21)

Kudu Yakin! Pas bilang mau putus, kita kudu yakin bahwa memang ini adalah putusan yang tepat. Makanya pertimbangkan baik-baik apakah alasan kita benar-benar kuat. Kalau hanya karena urusan sepele saja kita sudah mau putus, bagaimana kita menghadapi urusan yang lebih serius? Kalau kita sendiri belum yakin, yang ada kita sendiri nanti yang pingin balik. Nggak salah sik kalua pingin balik lagi, tapi kalua ternyata mantan suda punya pacar baru, sudah nggak bisa diganggu gugat deh!

“Gue bling putus gara-gara hari itu gue capek banget, eh…kebetulan dia juga lagi ada masalah di kantornya. Jadi rebut, dan langsung aja minta putus. Tapi sesudahnya gue nyesel banget. Mau minta balik, gue terlanjur gengsi. Malu! Jadi gue malas aja pas dia deket dengan cewek lain” (Astri, 27)

Lakukan Segera! Bagitu tahu kalua kita sudah ga bisa melanjutkan hubungan, sebaiknya segera kita sampaikan. Menunda-nunda menyampaikan hanya membuat hubungan menjadi hambar, tanpa penyelesaian. Kita sendiri merasa nggak nyaman, dia pun pasti merasakan hal yang sama. Daripada berlarut-larut merasakan ketidaknyamanan segera saja sampaikan dengan jujurapa yang kita rasakan. Kita sudah yakin mau putus? Nggak usah tunggu terlalu lama deh!

“Gue sih langsung bilang ke cowok gue waktu itu, mendingan putus saja. Kami berdua memang sudah sama-sama merasakan pacaran sudah nggak seru kayak dulu. Kalau dibiarin terus, kan sama-sama nggak happy.” (Fitri, 28)

Tetap Baik. Kalau kita sudah bisa mengatasi putus cinta dari pacar, kita tidak perlu terus menghindar terus menerus. Kita berniat tetap berteman dan menjaga hubungan baik dengan mantan, bukan? Bersikap tidak peduli, bukanlah sikap seorang teman. Kadar perhatian yang kita berikan untuk teman tentu berbeda dengan perhatian untuk pacar. Jangan sampai kita masih terlalu perhatian sampai dikira malah cari-cari perhatian. Sebaiknya, jangan menjanjikan apa pun yang tidak akan kita lakukan. Nggak peru bilang kalua kita akan menelepon lagi nanti, kalua kita memang tidak berniat menelepon. Meneruskan dan menjadikan Hubungan Tanpa Status (HTS) juga nggak ada gunanya. Bersikap tegas (pada diri sendiri) juga nggak ada salahnya kok, daripada dibilang nggak jelas.

“Aku sih berusaha untuk tetap baik dengan mantan. Kalau dia SMS atau Whatsapp, aku juga pasti jawab. Ternyata ak dengar dari temannya, katanya mantanku itu, aku membuka kesempatan lagi. Padahal ak Cuma mau sopan. Masa sih aku diemin aja sms atau whatsapp darinya?” (Clara, 28)

Jadi, biarpun sudah putus, mantan tetap bisa jadi teman kita, kan? Asalkan cara kita mengakhiri hubungan kita secara elegan dan beretika.

About the author

Raneme

View all posts